Dampak kenaikan harga BBM telah dirasakan seluruh bumi Indonesia, tidak terkecuali kota Malang. Kota yang memiliki puluhan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ini tidak pernah absen dengan kata macet. Mahasiswa yang mayoritas menggunakan kendaran dengan berpagai plat nomer pun turut memadati badan jalan.
Tentu saja, pencabutan subsidi BBM yang dimulai sejak beberapa hari yang lalu ini menjadikan pengguna kendaraan berbahan bakar minyak resah, utamanya mahasiswa. Pada umumnya, mahasiswa yang berada di kota Malang merupakan perantauan dari berbagai kota di Indonesia.
Keresahan itu pula yang menjadi penyebab aksi-aksi yang terjadi di kota tersebut.
namun dari sekian aksi yang terjadi di kota Malang yang bersifat negatif, ada salah satu aksi yang bersifat positif. Ikatan Mahasiswa Alumni PP Darul Lughah Wal Karomah (IMADA) misalnya, komunitas yang merupakan kumpulan dari alumni suatu pondok pesantren di Probolinggo ini melakukan aksi yang bisa dibilang "nyeleneh".
Di kala mayoritas mahasiswa melakukan aksi yang tidak sedikit mengarah pada kerusuhan, komunitas ini mengajak untuk lebih berhemat menggunakan BBM dengan bersepeda dengan bentuk berbagi stiker kepada sebagian mahasiswa Universitas Brawijaya. kegiatan ini mereka lakukan pada 16 November 2014. Diharapkan dengan kegiatan ini, para pengguna kendaraan dapat berhemat dengan bersepeda, selain untuk meminimalisir penggunaan BBM, juga dapat mengurangi kemacetan yang ada di kota Malang ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar